100 Juta Suara Dukung "REFERENDUM" West Papua

6 Februari 2011

AS Terpaksa Dorong Mubarak Turun

JAKARTA - Sebenarnya Amerika Serikat (AS) tidak menginginkan rezim Hosni Mubarak jatuh, karena bisa berdampak terhadap hubungan Mesir dengan Israel.

Selama ini Mesir telah menjalin kerja sama yang baik dengan Israel dibawah kekuasaan Mubarak, seperti pasokan gas. Menurut Ketua program pasca-sarjana Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia Prof Dr Zainuddin Djafar, Mesir berjasa dalam melemahkan kekuatan Hamas di Gaza. "Jika tak ada Mesir, maka Hamas akan besar di Gaza,"  katanya kepada okezone, Sabtu (5/2/2011) malam.
Namun masalahnya, kata dia, jika Mubarak turun lalu siapa penggantinya yang tetap mengakomodasi kepentingan AS dan Israel?  Kalau kekuasaan jatuh ke Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman, AS juga masih ragu,
karena masih rezimnya Mubarak yang saat ini mendapat tuntutan kuat agar segera turun.

"Tapi pergantian pemimpin di Mesir ini tak bisa ditolak. Maka sementara AS mengorbankan dulu kepentingannya dengan membuka jalan menuju pemilu yang demokratis, karena tuntutan rakyat," beber Zainuddin.

Lebih lanjut pengamat Timur-Tengah ini menjelaskan, apabila Mesir dikuasai kelompok Ihwanul Muslimin, maka dapat mengganggu hubungan negara piramida itu dengan Israel. Bisa saja Ihwanul Muslimin membalikan keadaan dan menyerang Israel. Namun, sambung Zainuddin, tak mudah bagi Ihwanul Muslimin untuk masuk di pemilu.(ram)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar