100 Juta Suara Dukung "REFERENDUM" West Papua

19 Januari 2011

Jerusalem Tak Akan Pernah Dibagi

bikyamasr.com Pemandangan Kota Jerusalem  



NEW YORK, KOMPAS.com — Wali Kota Jerusalem Nir Barkat, yang sedang naik daun di panggung politik Israel, Senin (10/1/2011), bersumpah bahwa kota itu tidak akan pernah dibagi. Jerusalem Timur, katanya, tidak akan pernah menjadi ibu kota negara Palestina masa depan. "Itu tidak akan terjadi, itu tidak alami, itu merupakan hal yang salah untuk dilakukan dari perspektif mana pun," kata Wali Kota Jerusalem Nir Barkat, saat berkunjung ke New York, Amerika Serikat, sebagaimana dilansir AFP.

Barkat juga bergabung dengan Pemerintah Israel dalam
menolak kecaman internasional terkait dengan pembongkaran sebuah hotel bersejarah di Jerusalem Timur yang akan dijadikan tempat permukiman. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sangat mengutuk pembongkaran Hotel Shepherd itu. Ban mengatakan, tindakan tersebut akan "meningkatkan ketegangan". Namun, Barkat menyebut komentar mereka sebagai "dangkal" dan mengatakan, mereka harus mengunjungi Jerusalem sebelum berbicara.

Penghancuran hotel itu pada hari Minggu demi membuka jalan bagi pembangunan apartemen mewah buat para pemukim Yahudi di Jerusalem Timur, yang Palestina inginkan sebagai ibu kota dari sebuah negara masa depan yang merdeka.
"Bukan hanya bagi orang Yahudi, melainkan bagi dunia, akan menjadi kesalahan besar jika menempuh hal itu (membagi Jerusalem), terlebih karena kita tahu bahwa tidak ada satu contoh pun bagi model kerja sebuah kota yang dibagi," kata Barkat kepada sekelompok wartawan. "Karena itu, hal tersebut tidak akan dirundingkan."
Wali Kota itu mengatakan, Hotel Shepherd "dimiliki secara sah, oleh pemilik Yahudi, (dan) mereka (pemilik) telah meminta untuk mengembangkan lahan itu sesuai dengan undang-undang zonasi, tanpa tuntutan tambahan atau permintaan. Mereka telah diberikan izin seperti yang mereka akan peroleh di kota mana pun, di negara mana pun di dunia ini".
Palestina telah menolak untuk ambil bagian dalam perundingan perdamaian langsung dengan Israel sejak Israel mengakhiri suatu periode pembekuan pembangunan permukiman di wilayah-wilayah yang diduduki. Namun, Barkat berpendapat bahwa "tetangga Arab" juga bisa mendapatkan izin untuk membangun berdasarkan hukum Israel. "Siapa saja yang mencoba untuk melakukan pembekuan berdasarkan ras, itu anti-konstitusional, itu standar ganda, dan itu tidak bisa diterima," kata Barkat.
Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, pembongkaran hotel itu telah "mengakhiri kemungkinan untuk kembali ke perundingan (damai)."
Barkat, seorang independen, telah menjadi Wali Kota Jerusalem selama dua tahun dan telah diperkirakan oleh para pengamat sebagai bakal anggota pemerintah sayap kanan masa depan.

1 komentar: