100 Juta Suara Dukung "REFERENDUM" West Papua

15 Januari 2011

Hariman Siregar: Kalau Mau Jatuhkan Rezim Tak Usah Banyak Diskusi

HARIMAN SIREGAR/IST
  
RMOL. Aktivis senior Hariman Siregar menyemangati gerakan prodemokrasi, agar terus mengritik rezim SBY-Boediono, yang membawa Indonesia semakin larut dan tergantung pada sistem neoliberalisme yang menyengsarakan rakyat.
Pesan itu disampaikan Hariman dalam perayaan HUT Indemo dan peringatan Peristiwa 15 Januari 1974 yang dikenal dengan nama Malari, malam ini (Sabtu, 15/1) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Menurut Hariman, ketika rezim otoriter Orde Baru tumbang tahun 1998 lalu, aktivis gerakan kehilangann peran. Demokrasi yang bersemi di era reformasi malah dibajak oleh elit partai politik.
Padahal para aktivislah yang berperan menjatuhkan rezim otoriter Soeharto. Menurut Hariman, kini saatnya gerakan prodemokrasi, termasuk yang dilakoni mahasiswa, memainkan peranan mereka kembali.
“Dulu kita kalau mau menjatuhkan rezim, ya tidak usah banyak diskusi. Jatuhkan saja. Risiko nomor dua,” ujar Hariman.
Menurutnya, pemerintahan SBY dan Boediono tidak membawa perubahan yang berarti untuk bangsa. Bahkan Indonesia semakin bergerak ke arah liberalisme yang tidak berpihak pada sebagian besar rakyat. [guh]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar