100 Juta Suara Dukung "REFERENDUM" West Papua

9 Januari 2011

Hotel Arab Digusur untuk Yahudi



Buldoser Israel, Minggu (9/1), menggusur bangunan Hotel Shepherd yang terletak di distrik Arab di Jerusalem timur.
TERKAIT:
KAIRO, KOMPAS.com — Buldoser Israel, Minggu (9/1/2011), menggusur bangunan Hotel Shepherd yang terletak di distrik Arab di Jerusalem Timur. Penggusuran hotel tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur.

Pemerintah Israel tampaknya tidak peduli lagi dengan potensi kemarahan dan protes dari Amerika Serikat dan Palestina soal itu.
Hotel Shepherd diklaim telah dibeli warga Yahudi kaya asal AS tahun 1985. Di atas tanah hotel tersebut akan dibangun 20 apartemen bagi kepentingan Yahudi dengan biaya dari warga Yahudi kaya asal AS, Irving Moskowitz.
Proses perdamaian saat ini buntu akibat terus berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.
Perunding senior Palestina, Saeb Erekat, menegaskan, selama Pemerintah Israel terus membangun permukiman dan menggusur Hotel Shepherd, tidak akan pernah ada perundingan damai.
Sejak Israel mencaplok kota Jerusalem Timur pada perang tahun 1967, pembangunan permukiman Yahudi secara besar-besaran di kota tersebut terus dilakukan. Kini diperkirakan sekitar 200.000 warga Israel berdomisili di kota yang akan dijadikan ibu kota negara Palestina kelak itu. Sebelum tahun 1967, tidak satu pun warga Yahudi tinggal di Jerusalem Timur. Warga Palestina yang masih bertahan di Jerusalem Timur sekitar 250.000 orang.
AS pun angkat tangan dalam upaya membujuk Israel agar menghentikan pembangunan permukiman Yahudi. Sikap pemerintah Presiden AS Barack Obama tampak lemah dalam isu perdamaian Timur Tengah sejak kekalahan Demokrat dari Republik dalam pemilu sela pada November lalu. Proses perdamaian dibiarkan begitu saja.
Perundingan gagal lagi AS kini menawarkan kepada Israel dan Palestina untuk melakukan perundingan tidak langsung dengan mediator AS. Palestina tampak tidak antusias untuk memulai perundingan tidak langsung dengan Israel seperti usulan AS itu. Sebab, perundingan tidak langsung sebelum ini tak pernah menghasilkan apa pun.
Israel dan Palestina memulai perundingan langsung sejak awal September tahun lalu setelah perundingan tidak langsung gagal membuahkan hasil. Namun, perundingan langsung terhenti pula beberapa pekan setelah itu karena Israel menolak memperpanjang penundaan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Diberitakan, Israel dan Palestina mengirim delegasi ke Washington, pekan ini, untuk membahas proses perundingan damai. Akan tetapi, penggusuran Hotel Shepherd itu lagi-lagi bisa menggagalkan pembicaraan damai Israel-Palestina di Washington. (MTH)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar